Klik tulisan untuk untuk menghubungi kami

Saturday, 4 July 2020

In House Trining Pembelajaran Daring SDIT Annawawi

Menyiapkan Kegiatan Belajar Daring Tahun Ajaran Baru dengan Pelatihan Penggunaan Platform Belajar Daring oleh Pengajar SDIT Annawawi



Metro – Awal Bulan Juli disambut dengan semangat baru oleh para pengajar SDIT Annawawi, sebanyak 19 guru mengikuti workshop implementasi pembelajaran daring yang diselenggarakan selama dua hari. Acara ini bertujuan sebagai bekal untuk memasuki masa new normal yang menurut himbauan Menteri Pendidikan masih akan berlangsung pembelajaran daring untuk daerah-daerah yang belum masuk ke zona hijau.
Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SDIT Annawawi, Herawati. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa kesiapan SDIT Annawawi untuk kegiatan belajar new normal yang diperkirakan masih menggunakan kegiatan daring, yang juga harus benar-benar dicanangkan dengan persiapan yang matang.
“Dalam istilah kedinasan acara seperti ini disebut dengan IHT atau In House Training. Dalam IHT ini bertujuan menyiapkan guru-guru untuk belajar daring ke depannya, bagaimanapun situasi dan kondisi masih belum bisa diprediksi tetapi kita menyiapkan diri, kebetulan kita punya narasumber yang juga menjadi bagian dari SDIT Annawawi sehingga acara kita ini bisa lebih mendalam,” jelas Herawati, Kepala Sekolah SDIT Annawawi.

“Pembelajaran daring menjadi salah satu solusi selama masa pandemi, jadi kegiatan workshop hari ini menjadi salah satu kesiapan kita untuk menyambut tahun ajaran baru. Dengan personil baru beserta guru-guru lainnya yang sudah lebih dahulu di sini juga menjadi  harapan besar dengan situasi seperti ini kita bisa siap untuk meyambut pembelajaran dengan sistem daring bukan hanya menggunakan WhatsApp saja,” ujar Masnuni M. Ra’i selaku Ketua Yayasan Annawawi menambahkan.
Dalam kesempatan ini, Agus Salim selaku pemateri juga merupakan Ketua Yayasan Annawawi melanjutkan pembukaan dengan membahas perkembangan teknologi dengan belajar daring melalui platform yang marak hari ini. Pembahasan teknologi dimulai dengan pemaparan Revolusi Industri 1.0 hingga masak kini di Revolusi Industri 4.0.
“Jangan kaget ketika nanti kita memasuki Era Revolusi Industri 5.0 misalnya, dimana guru pun akan kena imbas di mana perannya bisa jadi berubah tanpa tatap muka. Sebelum pandemi ini saja kita sudah kenal dengan platform pembelajaran daring, murid tinggal mengunduh video pembelajaran. Kita barangkali sedang menunggu lagalitasnya saja, adanya sekolah daring di masa depan, “ jelas Agus Salim yang juga Dosen di STKIP Kumala Metro.
Sebelum masa pandemi berlansung, Ia menambahakan jika sedang dalam proses membuat penelitian ke arah pembelajaran daring, “penelitiannya didanai Dikti, tapi itu sebelum pandemi ini, saat pandemi malah kelas daring merambah dan dijalankan semua lembaga pendidikan. Saat itu kebetulan penelitiannya tentang Google Classrooms.”
Pembelajaran daring menjadi salah satu solusi pembelajaran yang juga dianjurkan oleh Mentri Pendidikan selain menggunakan tayangan di televisi nasional, TVRI. Ada lebih dari sepuluh platform yang resmi direkomendasikan. Pada kesempatan ini, pelatihan dimulai dengan pelatihan Google ClassRoom.


“Ada banyak memang platform yang dianjurkan untuk digunakan, tapi sejauh ini Google Classroom menjadi salah satu media belajar daring yang dianggap mudah, dan memang mudah untuk dipelajari selain memang penggunaannya yang tidak berbayar. Dan apapun medianya, kita berada di masa untuk terus ikut belajar juga, kuncinya satu jangan takut salah, teknologi memiliki kelebihan bisa dicoba dan jika salah masih bisa kita coba lagi hingga paham,” ujar Agus Salim di sela-sela penjelasannya dalam workshop.
-Dwi Novi Antari.






No comments:

Post a Comment